Musa Selamatkan Leicester dari Kekalahan VS Hotspurs

Ahmed musa, leicester city, tottenham hotspurs, hotspurs vs leicester city, premier league, epl 2016, claudio ranieri

Ahmed Musa Leicester City

Kemarin Sabtu , tanggal 20 Oktober 2016,  Leicester City di jamu oleh Tottenham di White Hart Lane dalam melanjutkan ajang pertandingan putaran ke 10 Premier League musim ini. Kali ini mereka tak dapat melanjutkan trend positif mereka dimana pekan lalu, mereka sempat menang melawan Crystal Palace dengan skor 3-1.

Pertandingan kali ini mereka hanya mampu mengimbangi permainan oleh Tottenham dan membawa pulang satu poin. Sebenarnya Leicester juga hampir ditekuk oleh Tottenham jika Ahmed Musa tidak berhasil menggetarkan gawang mereka.

Sebagai tuan rumah, Tottenham sangat mendominasi permainan. Mereka bermain lebih baik dalam segi penguasan bola. Bahkan secara data yang tercatat dari flashscore, Hotpurs menguasai permainan 64%. Mereka juga  lebih agresif menyerang sedangkan dengan sabar menunggu kepemilikan bola lepas dari penguasaan lawan. Tercatat juga tottenham melakukan 22 kali tembakan ke gawang, sedangkan Leicester hanya 6 kali di sepanjang pertandingan.

Pada pertandingan babak pertama, walaupun Tottenham banyak menekan Leicester namun untungnya tak satupun yang berhasil masuk ke gawang yang dijaga oleh Kasper Schmeichel, sampai akhirnya di ujung babak pertama selesai. Namun di menit ke 44, Robert Huth dengan jelas memegangi pemain Hotspurs di kotak penalti dan ini mengakibatkan wasit memberikan Spurs hadiah tendangan Penalti. Vincent Jansen mengeksekusi tendangan tersebut dan sayangnya tembakannya gagal tak mampu dihalau oleh Schmeichel. Skor menjadi 0-1.

Setelah babak kedua dimulai, untungnya Leicester berhasil menggagalkan  kemenangan Hotspurs. Pada menit ke 48, Jamie Vardy memberikan bola kepada Ahmed Musa yang berada dekat dengan gawang dan menyarangkan tembakannya ke gawang Leicester. Skor menjadi imbang 1-1

Namun walaupun Hotspurs masih mencoba menekan Leicester, mereka tak mampu lagi meloloskan bolanya dari tangan penjaga gawang Schmeichel.

Ranieri selaku Pelatih Leicester City meungungkapkan analisanya mengapa Hotspurs menekan Leicester sedemikan kuat dan tampil maksimal melawan pasukannya. Menurutnya ini dikarenakan mereka ingin mengejar ketertinggalan dengan para pemilik posisi tiga besar klasemen Premier League. Ia juga menilai tim yang dikomandoi Mauricio Pochettino tak ingin rekornya ternodai larena saat ini mereka adalah satu-satunya tim di Premier League yang belum pernah terkalahkan.

Ia mengungkapkan kepada The Mirror “Hotspurs merespons dengan baik. Mereka sangat fokus, serta mereka merespons dengan fantastis, dan oleh karena itu, mereka tidak terkalahkan sampai sejauh ini. Mereka segudang memiliki alasan untuk mengalahkan kami. Itu wajar, ini sepakbola. Akan ada reaksi besar dari mereka dan kami harus menunjukkan kepribadian kami, kekuatan kami dan filosofi kami.”

Ia juga melanjutkan “Kami juga harus menujukkan kebugaran dan kedisiplinan – segalanya. Mereka lapar. Tottenham satu-satunya tidak tak terkalahkan sejauh ini karena mereka memiliki skuat yang sangat bagus dan Pochettino bisa mengubah dan melakukan rotasi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *